Iklan

iklan

Dinkes Optimalkan Peran Kader Posyandu

IlhamUncen
Jumat, 05 Agustus 2016 | 02.00.00 WIB Last Updated 2016-08-05T09:01:07Z
dr. Baso Rahmanuddin
*Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

 WajoSatu.Com -- Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo terus berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi di Bumi Lamaddukelleng.  Salah satu upaya yang dilakukan Dinkes adalah dengan mengoptimalkan peran kader posyandu.

Ratusan kader posyandu di tiga kecamatan yakni Kecamatan Pitumpanua,  Kecamatan Penrang,  dan Kecamatan Takkalalla diberi bekal di Glori Convention Center, Rabu,  3 Agustus. Kader posyandu terus diberi bekal mengenai masalah-masalah posyandu.

Karena posyandu menjadi garda terdepan dalam menekan angka kematian ibu dan anak. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo angka kematian ibu dan anak hingga awal Agustus ini masih lima orang.

Sementara tahun 2015 angka kematian ibu dan anak berjumlah 10 orang. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo,  dr Baso Rahmanuddin mengatakan,  Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo memang berupaya untuk menghidupkan kembali fungsi posyandu didaerah.  Pasalnya, selama ini posyandu mati suri.

Mantan Direktur RSUD Lamaddukelleng itu berharap bisa menjadi percontohan di Indonesia. Karena baru di Kabupaten Wajo yang melakukan hal seperti ini.

"Kita kembali aktifkan ini posyandu salah satunya dengan meningkatkan insentif kader dari Rp10 ribu menjadi Rp50 ribu,"ujarnya.

Selain kader, Dinkes juga terus berupaya memperbaiki sarana dan prasarana seperti pos posyandu. Karena saat ini dari 428 pos posyandu yang ada di Kabupaten Wajo,  baru 191 pos posyandu yang permanen. Sebanyak 51 numpang, 128  di kolom rumah,  dan 58 pos semi permanen.

"Makanya kita akan coba komunikasikan dengan Kepala Desa untuk menganggarkan di ADD.  Karena di ADD bisa dianggarkan, "tegasnya
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dinkes Optimalkan Peran Kader Posyandu

Iklan

iklan